Jumat, 10 Juni 2022

Modul BK Merdeka Belajar SMP

Bimbingan dan Konseling (BK) pada prinsipnya adalah pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli atau profesional kepada seseorang individu atau beberapa orang dalam hal memahami diri sendiri dan lingkungan untuk memilih, menentukan dan menyusun rencana masa depan yang sesuai dengan konsep diri sendiri dan tuntutan lingkungan.

Merdeka Belajar bila dikaitkan dengan guru BK adalah adanya kebebasan dalam berinovasi dan berkreasi dalam mamilih berbagai macam strategi pemberian layanan untuk membantu mengatasi segala permasalahan yang sedang dihadapi oleh siswa/konseli dengan menggunakan berbagai macam pendekatan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi. 

Konsep “Merdeka Belajar” bagi siswa/konseli dalam kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling baik bimbingan pribadi atau konseling individual semua keputusan dikembalikan pada diri siswa/konseli sendiri. Mulai dari memilih berbagai alternatif, menentukan pilihan alternatif sampai menyusun rencana dari pilihan alternatif yang diambil yang sesuai dengan konsep yang ada pada diri siswa/konseli.

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang “Merdeka Belajar”, bagi guru BK bukan merupakan sesuatu yang baru karena sejak dulu guru BK sudah melaksanakan kebebasan berinovasi dalam memberikan layanan bimbingan konseling pada siswa.

AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) Literasi dan nomerasi dilakukan dengan menggunakan Asesmen Tes dan Asesmen Non Tes. Asesmen tes merupakan penilaian terhadap diri individu sendiri guna menentukan pemberian layanan BK agar sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan permasalahan siswa/konseli.

Instrumen asesmen yang digunakan dalam bentuk tes dan nontes, bentuk tes meliputi tes kecerdasan, tes bakat minat, tes kepribadian, tes kreativitas dan tes prestasi belajar, sedangkan bentuk nontes adalah observasi, wawancara, angket, sosiometri dan studi dokumentasi.

Menurut Sumardi & Sunaryo (2006) tujuan asesmen adalah memperoleh data yang relevan, objektif, akurat dan komprehensif tentang kondisi anak saat sekarang. Mengetahui profil anak secara utuh terutama permasalahan dan hambatannya. Menentukan teknik dan strategi pemberian layanan BK yang tepat.

Sedang instrumen pengumpul data yang sering digunakan untuk mengenali permasalahan dan kebutuhan siswa/konseli secara umum, antara lain daftar cek masalah (DCM), alat ungkap masalah (AUM) dan inventari tugas perkembangan (ITP) pendidikan karakter dalam aspek emosional, sosial dan moral juga tak luput dari perhatian guru BK. Apakah siswa dapat bersosialisasi dengan baik di sekolah, dapat bergotong royong di lingkungan, hubungan dengan teman sebaya. Adakah bullying di sekolah. Pendidikan penguatan karakter dilakukan dalam bentuk pemberian layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.

Pemahaman diri siswa/konseli secara menyeluruh, akurat dan sebenarnya sangat diperlukan agar terhindar dari kesalahan dalam pemberian layanan bimbingan konseling yang sesuai dengan fungsinya. Yaitu fungsi pemahaman, fungsi fasilitasi, fungsi penyesuaian, fungsi penyaluran, fungsi adaptasi, fungsi pencegahan, fungsi perbaikan, fungsi penyembuhan, fungsi pemeliharaan, fungsi pengembangan.

Dengan demikian konsep “Merdeka Belajar” bagi guru BK dapat diimplementasikan bersifat menyenangkan guna memecahkan permasalahan siswa/konseli secara diskusi memunculkan ide-ide dari siswa dan dapat fokus pada penyelesaian tugas dan alternatif jalan keluar dari permasalahan diri siswa/konseli itu sendiri. 

Sumber : https://www.sman3sltg.sch.id/2021/06/merdeka-belajar-dalam-layanan-bk.html 

Sabtu, 21 Mei 2022

Logo SMPN 8 Pamekasan

Tujuan Membuat Desain Logo

Ketika ingin membuat sebuah logo, maka kita harus mengetahui tujuan dari logo tersebut. Jadi tujuan dari membuat logo sekolah adalah untuk memperkenalkan sekolah kita agar lebih cepat dikenal, diketahui serta mudah diingat oleh masyarakat luas.

 

Fungsi Membuat Desain Logo

Desain logo memiliki fungsi sangat penting untuk kelangsungan dari identitas sekolah kita atau brand serta salah satu faktor dalam meraih kesuksesan. Hal ini dikarenakan logo menjadi salah satu strategi promosi yang sangat penting dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat, sehingga bisa menjadi ikonik dan familiar di pikiran audiensnya.

 

Kita bisa melihat fungsi logo secara umum yang dibuat perusahaan, misalnya. Dari banyak brand sekarang, dimana mereka memasang iklan berupa logo dari perusahaan masing-masing. Walaupun banyak perusahaan memiliki logo, tetapi semuanya memiliki ciri  khas sendiri dan membuat berbeda antara satu dengan lainnya.

 

Coba kita perhatikan logo-logo yang dibuat oleh beberapa perusahaan, brand-brand retail terkenal yang ada di sekeliling kita memiliki logo yang bisa digunakan di banyak media. Kesimpulannya adalah, bikin desain logo nggak boleh asal. Ada yang namanya media placement yang nantinya merupakan efisiensi dari keperluan marketing itu sendiri. 

 

Karena kesan sederhana pada sebuah logo akan memberi kesan profesional kepada pemilik logo tersebut. Jadi kita harus lebih fokus kepada keunikan dari logo dan informasi yang terkandung bisa disampaikan dengan baik kepada masyarakat. Untuk itu pembuatan logo SMP Negeri 8 Pamekasan bertujuan untuk mengkomunikasikan sekolah kepada masyarakat agar mudah, selalau, dan cepat diingat.


 

Selasa, 26 April 2022

Background Watermark BK Ceria

Watermark  merupakan teks atau gambar yang muncul di belakang teks pada suatu dokumen. Biasanya untuk memberikan identitas mengenai status suatu dokumen, seperti  menandai dokumen sebagai DRAFT atau CONFIDENTIAL
Jika Anda menggunakan gambar, Anda dapat membuatnya transparan sehingga tidak akan mengganggu teks pada dokumen tersebut.  Jika Anda menggunakan teks, Anda dapat memilih dari teks yang sudah tersedia (built-in phrases) atau mengetik sendiri sesuai dengan teks yang Anda inginkan.

Anda dapat menggunakan gradients, patterns, pictures, solid colors, atau textures untuk background. Gradients, patterns, pictures, dan textures berbentuk ubin atau diulang untuk mengisi halaman. Jika Anda menyimpan dokumen sebagai sebuah halaman web, textures dan gradients disimpan sebagai file JPEG dan patterns disimpan sebagai file GIF.

Untuk mempermudah Anda dalam membuat watermark dalam design yang ceria , untuk ini saya ingin berbagi dengan cara mengunduh file yang sudah disediakan (sekitar 63 gambar watermark). 

Sabtu, 16 April 2022

Program BK SMP Tahun 2022-2023


Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orang tua, dan sekolah.

Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalammembantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.

Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh berbagai sekolah memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya. Fakta ini sejalan dengan hasil asesmen permasalahan yang telah dilakukan, yakni sebagian besar peserta didik di kelas VII - IX belum melakukan penyesuaian kemampuan belajar untuk mencapai target rata-rata setiap ulangan yang diselenggarakan di sekolah, budaya kelompok teman sebaya yang seringkali tidak mendukung bagi terbentuknya iklim belajar kelompok, dan masih terdapat kecenderungan ekstrim dari beberapa kelompok-kelompok tertentu yang berpotensi memicu terjadinya perkelahian dan tawuran.

Dari sisi eksternal, peserta didik SMP yang notabene berada dalam rentang usia perkembangan remaja juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi sosial peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem lainnya.

Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapanyang besar terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, seperti kemampuan penulisan karya ilmiah remaja, aktif dalam kegiatan olahraga,berbakat dalam bidang penalaran mata pelajaran tertentu dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung yang tersedia di sekolah-sekolah dapat dikatakan berlimpah.

Hal ini didukung oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya masing-masing. Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana dan prasarana yang dimiliki, setiap sekolah tentulah memiliki kecukupan fasilitas untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.

Oleh karena itu, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki sekaligus beberapa problematika yang tengah dihadapi, layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pendidikan formal, berkomitmen untuk membantu penyelesaian berbagai problem yang dialami oleh peserta didik, termasuk pula memfasilitasi pencapaian optimal dari bakat dan minat yang dimiliki peserta didik. Rancangan program yang dideskripsikan secara rinci dalam dokumen ini merupakan bukti dari komitmen untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling yang profesional bagi peserta didik di sekolah yang bersangkutan. Untuk memberikan layanan terebut, diperlukan program kerja selama satu tahun kedepan agar hasil yang diperoleh dapat maksimal. 

1. UNDUH Program kegiatan layanan BK lengkap

2. UNDUH Aplikasi IKMS berdeferensiasi (lengkap karena terdapat : Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) Bimbingan dan Konseling, Link materi layanan (terdapat pada sheet SKKPD),
R
encana Materi / Asesment pelayanan Bimbingan dan Konseling, Analisis Asesment Pelayanan Bimbingan dan Konseling,    Jadwal Kegiatan Progam Bimbingan dan Konseling, Jadwal Kegiatan Progam Bimbingan dan Konseling Semester Ganjil, Jadwal Kegiatan Progam Bimbingan dan Konseling Semester Genap, Pogram kegiatan layanan peminatan, dan lain-lain.

3. UNDUH Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Berdeferensiasi lengkap

4. UNDUH Angket IKMS

Selasa, 11 Agustus 2015

APLIKASI INSTRUMENTASI DATA ARAH PEMINATAN PESERTA DIDIK SMP KELAS IX

APLIKASI INSTRUMENTASI DATA
ARAH PEMINATAN PESERTA DIDIK SMP KELAS IX

Oleh :  AGUS SUPRIADI
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Adi Buana Surabaya
Program Studi Teknologi Pendidikan
HP. 08179317635 / E-mail : abahagus65@gmail.com

Dalam rangka membantu siswa menentukan arah peminatan di SMA, khususnya siswa kelas IX SMP maka peran guru BK / Konselor sangat dibutuhkan untuk mengarahkan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya. Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 81 A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, dan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan Dan Konseling pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.
Dalam kegiatan ini masih banyak guru BK / Konselor yang belum melakukan dengan berbagai macam sebab sehingga pelaksanaan di masing- masing sekolah masih bersifat fakultatif. Faktor penyebab yang paling banyak ternyata mereka bingung bagaimana cara membuat rekomendasi peminatan, karena ini dianggap hal yang baru. Hal lain yang menyebabkan mengapa guru BK / Konselor juga belum melaksanakan sebab kepala sekolah belum memberikan tugas untuk itu, selain itu guru BK / konselor SMA juga belum seragam dalam menentukan penting atau tidaknya rekomendasi peminatan dari guru BK /konselor SMP.
Beberapa daerah tahun ini ada yang sudah mulai melaksanakan secara menyeluruh dengan melalui surat edaran langsung dari Kepala Dinas Pendidikan bahwa seluruh guru BK / konselor harus membuat rekomendasi peminatan bagi kelas IX SMP sesuai dengan tugas dan fungsi BK.
Fungsi layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa ini merupakan layanan penempatan dan penyaluran yang berupa Rekomendasi Peminatan sesuai dengan tahapan dalam Kurikulum 2013.

Untuk menyikapi berbagai macam kesulitan yang dihadapi guru BK / Konselor saat ini khususnya tentang penyediaan program aplikasi arah peminatan siswa, untuk itu saya berusaha membantu  membuat sebuah Program Aplikasi Instrumentasi Arah Peminatan Peserta Didik SMP Kelas 9 dowload di sini dengan satu kali kerja dapat menghasilkan 2 jenis layanan dalam BK (kegiatan pendukung) yakni Layanan Himpunan Data dan Aplikasi Instrumentasi Data sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa Himpunan Data merupakan kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu dan sifatnya tertutup. Sedangkan Aplikasi Instrumentasi Data merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan.

Sabtu, 15 Maret 2014

RINCIAN TUGAS POKOK DAN TAMBAHAN

Sampai saat ini kadangkala seorang pendidik tidak mengetahui apa yang harus dilakukan sesuai dengan tugas tambahan yang diamanatkan kepada dirinya. Sehingga tidak dapat dihindari tugas-tugas yang dilakukan selalu over lapping (tumpang tindih) antara tugas yang satu dengan tugas yang lainnya. Dan bahkan salling lempar tanggungjawab jika terjadi suatu tugas/permasalahan. Padahal pedoman tugas ini sering dilampirkan pada setiap penerbitan SK Kepala Sekolah yang berkenaan dengan Tugas Mengajar Guru. Untuk itu tidak ada salahnya untuk DOWNLOAD di sini sebagai informasi dan pengetahuan bagi pendidik super.

Kamis, 11 Juli 2013

BAGAIMANA KURIKULUM 2013

BAGAIMANA KURIKULUM 2013
Oleh : Drs. Agus Supriadi

Pertanyaan di atas menimbulkan polemik di sebagian sekolah karena ada beberapa Guru BK/Konselor sekolah tidak bisa menjalankan tugasnya secara maksimal untuk memberikan Pelayanan Bimbingan dan Konseling, hal ini disebabkan Guru BK/ Konselor Sekolah oleh Kepala Sekolah tidak diberi jam khusus untuk masuk kelas. Padahal dalam Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling ( Kurikulum Bimbingan ) perlu adanya tatap muka dengan peserta didik yang diprogramkan melalui Layanan Bimbingan Klasikal /Bimbingan Kelas. Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. 

Kalimat di atas timbul dari beberapa kali pergantian Kurikulum. Bahkan pada KTSP yang baru saja kita laksanakan, yang seakan-akan Guru BK / Konselor telah diberi peluang untuk masuk kelas dengan jam yang terjadwal, namun kenyataannya masih ada di beberapa satuan pendidikan di mana Guru BK / Konselor tidak diberi jam masuk kelas secara terjadwal. Sedangkan di Satuan Pendidikan lain (masih dalam satu wilayah) malah Guru BK/Konselor diberi jam terjadwal walaupun hanya 1 jam pelajaran.

Ketidaksamaan tindak ini yang menjadi permasalahan bagi Guru BK. Mereka menjadi tidak mengerti atas ketidaksamaan/ketidakseragaman tindak tentang Guru BK masuk kelas dengan jam terjadwal. Kadangkala pengembil kebijakan dalam hal ini Kepala Sekolah berpegang pada hakekat KTSP, di mana setiap kebijakan tergantung pada satuan pendidikan yang bersangkutan. Jika pada KTSP saja Guru BK tidak diberi jam tatap muka terjadwal, bagaimana dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, di mana posisi Guru BK seakan-akan tidak diposisikan untuk mengajar/masuk kelas dengan jam terjadwal.

Jika benar Guru BK tidak dapat memposisikan diri dengan jam tatap muka terjadwal per minggunya, maka salah satu komponen pelaksanaaan BK yakni " STRATEGI PELAKSANAAN PELAYANAN DASARdikhawtirkan tidak akan berjalan dengan baik. Karena dalam strategi pelaksanaan pelayanan dasar yang di dalamnya meliputi :
1.  Bimbingan Kelas; Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 

2.  Pelayanan Orientasi; Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 

3.   Pelayanan Informasi; Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 

4.  Bimbingan Kelompok; Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.  

5.   Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi); Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. 

Jika Guru BK tidak memiliki jam terjadwal untuk tatap muka khususnya di dalam kelas, maka dikhawatirkan Guru BK tidak dapat melaksanakan tugas secara maksimal. Walaupun diyakini bahwa Guru BK tetap harus bisa kreatif dan berinovatif walaupun tanpa jam masuk kelas/tatap muka dengan terjadwal, demi anak-anak penerus bangsa.  Namun tetap diharapkan posisi Guru BK mendapatkan legalitas yang jelas, khususnya dalam menyongsong pelaksanaan Kurikulum 2013.


sumber : akhmadsudrajat.wordpress.com